Latest News

Mengapa Narkoba Berbahaya dan Harus Dihindari

Kasus penggunaan narkoba semakin marak dari waktu ke waktu. Laporan yang memuat kasus ini hampir tidak pernah absen di media massa setiap harinya. Persentasenya cukup mencengangkan sekaligus memalukan bagi bangsa kita. Sebagaimana dilaporkan di harian Kompas, April 2013, bahwa 4 juta orang Indonesia pernah menggunakan narkoba. Empat juta orang bukan jumlah yang sedikit bukan? Jumlah ini hampir sama dengan penduduk 1 negara – Singapura!

Sebelum mengetahui mengapa narkoba berbahaya, mari kita lihat apa itu narkoba

Apa itu Narkoba?
Narkoba adalah singkatan untuk narkotika dan obat-obatan berbahaya. Narkoba memiliki jenis yang beragam. Dalam pasal 1 Undang-undang No. 35 tahun 2009, narkotika  adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan…” Narkotika dibedakan lagi ke dalam berbagai golongan.

Narkotika ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan untuk tujuan baik dapat bermanfaat bagi manusia, tetapi jika sebaliknya bukan saja dapat berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga menjadi perbuatan melanggar hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Penggunaan narkotika untuk tujuan baik biasanya digunakan pada dunia medis. Dimana pemakaiannya dalam pengawasan dan memenuhi persyaratan medis. Hal ini dikatakan penggunaan secara legal. Sedangkan penggunaan illegal berarti sebaliknya, pengguna memakai narkotika tanpa pengawasan dan memenuhi persyaratan medis, seperti kasus-kasus narkoba yang sering kita dengar di media.

Jenis-jenis narkoba dan bahayanya
Menurut penggolongan jenisnya, narkoba di bedakan menjadi 3 golongan besar yakni narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya – atau disingkat dengan Napza. Narkoba umumnya memberi efek reaktif, menenangkan/sedatif, dan halusinogen. Efek ini sangat berbahaya karena sangat bersifat candu.
Beberapa jenis narkoba dan dampaknya terhadap pengguna adalah sebagai berikut:

Ganja
Ganja adalah jenis narkotika yang berasal dari tanaman ganja (Cannabis sativa). Ganja  membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab) dan sulit berkonsentrasi. Ciri-ciri yang terlihat dari pengguna ganja adalah: mata sembab kemerahan, sering melamun, suka melamun, tertawa tanpa sebab, mudah marah, gelisah, tampak malas, skizofrenia dll.

Marijuana
Marijuana merupakan jenis narkotika yang sama seperti ganja. Di negara lain mariyuana berasal dari tanaman yang mirip dengan ganja.  Marijuana mengandung zat kimia adiktif. Penggunaanya dilakukan dengan menghisap bersama rokok atau pipa. Narkotika ini dapat menimbulkan sakaw disertai dengan gejala seperti mata berair, hidung berselesma, badan jadi nyeri.

Kecanduan marijuana  dapat menyebabkan kehilangan memori, lambat belajar, dan cenderung malas. Selain itu,  dapat menyebabkan distorsi persepsi, kehilangan koordinasi, detak jantung meningkat timbul rasa cemas berkepanjangan.

Kokain
Kokain merupakan enyawa sintetis yang dapat  memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain berbentuk serbuk yang berasal dari tanaman Erythroxylon coca. Kokaine biasanya dihirup melalui hidung, akan tetapi juga dapat diisap dengan rokok atau disuntikkan. Kokain berbahaya pada tubuh karena dapat menghambat saluran darah.

Kokain menimbulkan paranoia, yakni sejenis penyakit jiwa yang meyebabkan timbul ilusi atau persepsi yang salah tentang sesuatu dan akhirnya bisa bersifat agresif akibat delusi yang dialaminya oleh penggunanya. Yang paling parah, kokain dapat menyebabkan kematian akibat gangguang pernafasan yang mengakibatkan otak kekurangan oksigen.

Ciri yang tampak pada pengguna kokain seperti pupil mata membesar, panas badan meningkat, berkeringan dingin, denyut jantung meningkat, darah tinggi, perasaan gelisah, mudah marah, nyeri, cemas, mual hingga muntah.

Heroin
Heroin berasal dari bunga opium, sejenis bunga  yang tumbuh di iklim panas dan kering. Opium menjadi sumber bagi beberapa zat depresan lainya seperti morfin dan kodein. Para pengguna heroin biasanya menyuntikkan zat tersebut ke dalam tubuhnya. Akibatnya mereka  merasakan euforia  (kesenangan) disertai dengan panas badan, mulut kering, dan penurunan kesehatan mental karena menghantam system saraf sentral. Jika penggunaannya dihentikan maka pemakai akan mengalami sakaw, gelisah, insomnia, sakit pada otot dan tulang. Inilah yang memaksa mereka untuk terus menggunakan atau ketergantungan.

Morfin
Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa morfin juga berasal dari tanaman opium. Zat ini bersifat analgesik (menenangkan).

Ciri fisik yang tampak akibat penggunaan morfin adalah: pupil mata menyempit, denyut nadi melambat, suhu badan dan tekanan darah menurun, otot melemah, pada tingkat yang lebih parah mengalami kejang otot, kejang lambung.

Methamphetamine.
Metahamphetamine adalah sejenis obat menyebabkan pemakainya sangat kecanduan yang dapat merangsang saraf sentral. Dapat dikonsumsi melalui mulut, dihirup, daya serangnya ke otak si pemakai.

Shabu-shabu
Shabu-shabu adalah jenis narkoba berbentuk serbuk yang merupakan turunan dari methamphetamine. Zat ini dapat menyebabkan peningkatan sejumlah hormon seperti dopamine dan adrenalin, sehingga pemakainya merasa mendapat energi ekstra, rasa senang dan percaya diri.

Shabu merupakan salah satu jenis narkoba yang sangat berbahaya. Overdosis dapat mengakibatkan kematian. Ciri-ciri pengguna yang kecanduan jenis ini dapat terlihat jelas dari fisik mereka, misalnya gigi keropos dan wajah tampak menua. Selain itu, sulit berpikir, sulit tidur, paranoid, gangguan pernafasan, denyut jantung cepat, dsb.

Ecstacy
Ecstacy merupakan jenis narkoba berbentuk pil yang sangat berbahaya dan telah banyak merenggut nyawa. Ecstacy adalah turunan dari amphetamin yang  merupakan bahan neurotransmitter (pengantar rangsang) simpatik, yang merangsang organ jantung dan otak. Kematian akibat jenis narkoba ini bukan semata-mata karena overdosis, tetapi karena campuran yang terkandung dalam sebuah pil ecstacy tidak pernah diketahui dengan pasti sehingga dapat memicu sejumlah gejala yang berakibat pada kematian.

Ecstacy  merangsang pengeluaran adrenalin dan nor adrenalin yang mengakibatkan kerja jantung semakin keras, yang ditandai dengan rasa berdebar-debar, pembuluh darah menciut dan tekanan darah naik. Ciri-ciri fisik yang dapat dikenali dari penggunaan ecstacy adalah ekstra-energi, mata sayu, wajah pucat, berkeringat, dehidrasi,  tidak nafsu makan, gigi keropos. Selain itu, dapat menyebabkan kelumpuhan pada otak penggunanya.

Dampak terhadap peran sosial
Daftar di atas hanyalah beberapa diantara jenis narkoba yang ada. Pengguna narkoba pada awalnya menuai euforia sementara. Zat-zat yang terkandung dalam narkoba merangsang tubuh sedemikian rupa, sehingga menimbulkan efek menyenangkan, tetapi sebenarnya yang merusak sistem saraf.  Sensasi menyenangkan tersebut bersifat sementara, dan pada akhirnya pengguna jatuh pada kondisi keadaan mental yang buruk seperti disebutkan di atas. Inilah kondisi yang memaksa mereka untuk mengkonsumsi kembali, dan lagi, dan lagi atau kecanduan. Akhirnya, mereka tidak dapat menjalani hidup sebagai manusia utuh dalam masyakat.

Dari efek dan gejala yang ditimbulkan oleh narkoba bagi pemakaian, seorang yang kecanduan narkoba tidak mungkin dapat menjalani peran sosialnya secara normal. Misalnya, bila seorang pria menjadi ketergantungan narkoba, apakah ia dapat memainkan perannya sebagai pemimpin keluarga, suami, ayah yang baik dalam keluarga. Demikian juga bila ia berperan sebagai pekerja dalam suatu instansi atau organisasi.

Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Mereka tidak dapat melakukan peran sosial dengan baik, namun terus berupaya mendapatkan narkoba. Reaksi berantai akan mendapat bentuk yang lebih buruk, misalnya tindakan melakukan kekerasan dan melanggar hukum.

Saran
Kita sangat menghargai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberantas peredaran dan penggunaan narkoba. Negara juga menyediakan program rehabilitasi bagi mereka yang ingin keluar dari ketergantungan narkoba.

Namun, langkah awal yang paling tepat adalah, tidak mencoba jenis narkoba apa pun. Ada sejumlah pengakuan yang kita dengar bahwa para pemakai narkoba pada awalnya menggunakannya untuk menghilangkan tekanan atau problem yang mereka hadapi. Mungkin saja mereka tidak berharap akan kecanduan, karena berpikir mereka akan segera berhenti. Namun, itu hanya keyakinan yang sudah sangat sering terbukti keliru.

Milikilah pergaulan yang sehat. Carilah nasihat kepada orang yang patut diteladani. Ada banyak hal positif yang darinya kita belajar. Buku tersedia banyak dimana-mana.  Dengan memastikan berada di lingkungan orang-orang yang berperilaku positif, itu berarti menghindakan diri kita dari melakukan tindakan merugikan.

Hidup ini adalah karunia. Terhadap pemberian yang besar seharusnya kita tunjukkan respek yang besar pula, bukan?

image courtesy of : psychcentral.com

0 Response to "Mengapa Narkoba Berbahaya dan Harus Dihindari"